Home > Unik > Heboh Foto Simpatisan PDIP Minum Air Cucian Kaki Megawati Soekarnoputri

Heboh Foto Simpatisan PDIP Minum Air Cucian Kaki Megawati Soekarnoputri

Kabar24.com, JAKARTA— Ada-ada saja ulah seorang simpatisanPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bernama Cecep Ondon Iskandar.
Betapa tidak, pria berusia 68 tahun ini meminum air bekas cucian kaki Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Hal itu terlihat dari foto saat Cecep Ondon Iskandar meminum air bekas yang dipakai mencuci kaki Megawati Soekarnoputri.
Foto ini pun menjadi heboh di dunia maya.
Pria kelahiran Tomo, Kabupaten Sumedang  Jawa Barat, sebagaimana dikutip wartabuana.com, mengatakan tak jijik melakukan hal itu.
Bahkan dia bangga, karena telah berhasil mewujudkan impian yang sudah lama dipendamnya tersebut.
Dia mengaku sebelum meninggal, ingin membasuh kaki Megawati Soekarnoputri, lalu air bekas basuhan kaki itu diminum dan dibasuhkan ke wajahnya. Sementara itu, politisi PDIP menilai foto itu merupakan kampanye negatif bagi PDIP, karena partai berlambang banteng ini tak pernah mengisyaratkan bahwa seseorang yang ingin menjadi caleg harus minum air bekas cucian kaki Megawati Soekarnoputri.
“Kejadian itu hanya bentuk kekaguman kepada Bung Karno dan Ibu Mega karena bisa membangun kekuatan seperti membawa ketenangan dan kesejahteraan,” ujar Wasekjen PDIP Hasto Kristianto. (JIBI/Bisnis.com)
Cecep Ondon Iskandar meminum air bekas cucian kaki Megawati Soekarnoputri/Bisnis.com

Tags: , , , , , , , ,



Artikel Yang Lain:


  1. Inilah cabe cabean versi jepang
  2. Tubuh Telanjang di Cover Album Slank ini Angel Lelga?
  3. Wao Balita Ini Gemar Memakan Karpet Dan Boneka
  4. 9 cara halau virus hepatitis A
  5. Plat Nomor B 1 SYR Lamborghini Syahrini Hanya Tempelan
  6. Model Majalah Dewasa Destiara Talita Mantap Nyaleg
  7. AQJ Tak Ditahan, Farhat Abbas: Tujuh Nyawa Harus Dibayar Tujuh Nyawa!
  8. Duh! Pimpinan Dinas Pendidikan Kirim Foto Alat Kelaminnya ke Guru TK
  9. 5 Aksi Nenek-Nenek Yang Bikin Heboh Dunia
  10. Ya ampun, Pria ini Punya 98 Anak

Comments are closed.